Pengajian Rutin Untuk Kerekatan Antar Masyarakat

Desa BakalanKecamatan Grogol Kabupaten Kediri memiliki ke khasan tersendiri dalam menjaga hubungan antar masyarakatnya. Pengajian, ya mulai dari yang rutinan hingga Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) kegiatan ini selalu terlaksana dengan khidmat. Hal tersebut diungkapkan oleh  Faulintina, 38, yang akrab disapa Lina selaku Bendahara Desa Bakalan. “Pengajian kan rame ya mbak ,menarik, jadinya banyak yang datang terus kumpul bersama,” terangnya sambil swafoto.

Saat Jawa Pos mengunjungi lokasi pengajian yang tepat dilaksanakan di sebelah makam Syeh Abdulah Mursyad, Lina menjelaskan bila pengajian desa memang selalu dilaksakan disana. “Disini titik kumpulnya masyarakat mbak, mulai anak-anak sampai orang tua,” ujarnya. Ia mengungkapkan bila pengajian ini selain untuk wisata religi, juga untuk meningkatkan silaturahmi antar masyarakat.

Yuk sini belajar Tanaman Hias di tempat Panas

Pengajian yang sudah ada sejak tahun 1980 an ini membuat banyak masyarakat desa Bakalan sendiri maupun masyarakat dari luar desa kagum. Pasalnya fasilitas yang  mendukung pengajian mulai dari lahan parkir, warung makan, masjid hingga makam Syeh Abdulah Mursyad  dibangun menggunakan keseluruhan dana infaq. Pengajian yang rutin dilaksanakan di Makam Syeh Abdulah Mursyad tidak sekedar pengajian, pihak Pemdes membentuk kepanitiaan sendiri khusus Pengajian rutin ini. “Sejak 2013 dibentuk kepanitiaan oleh kades mbak, ada perangkat desa dan pengurus masjid,” ungkap Lina. Ia juga mengaku setelah dibentuknya kepanitiaan, acara pengajian semakin kompak dan ramai pengunjung.

Mu’ayaroh, 41, selaku Kasi Pemerintahan menjelaskan awal dari adanya rutinan pengajian untuk menjaga silaturahmi antar warga di Desanya ini. “Dulu itu tumpengan warga, lalu ada kepanitiaan dari desa, hingga acara besar yang dihadiri orang jauh-jauh,” terang Mu’ayaroh. (c2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *